Pengalaman Pertama Mendesain dan Membuat Aplikasi Android


Bismillahirrohmanirrohim. Diawal Ramadhan 1440H ini, izinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan, semoga puasa tahun ini dapat membekas dihati. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada pengunjung setia blog ini. Disini saya akan sedikit bercerita tentang bagaimana rasanya mendesain dan membuat aplikasi android.

Jika sebelumnya saya lebih menyukai web programming ketimbang desktop progamming, mungkin mulai kali ini saya harus mulai membuka mata lebar-lebar bahwa teknologi yang berkembang saat ini akan banyak didominasi oleh perangkat portabel, setidaknya itu opini saya. Namun bukan berarti harus meninggalkan (membiarkan) kompetensi web programming yang sudah sedikit dikuasai ini.

Melihat android sebagai sistem operasi mobile yang tumbuh pesat membuat saya berfikir bagaimana caranya agar saya tetap mampu berkompetisi dalam dunia programming. Jika kita hanya berdiam diri saja dengan perkembangan teknologi yang ada, maka habislah kita.

Beberapa waktu yang lalu sempat berjalan-jalan dengan istri tercinta ke toko buku untuk membeli beberapa buku yang memang tidak diagendakan untuk dibeli. Sengaja disana saya membeli dua buku tentang pemrograman android semua.

Setelah beberapa hari dibaca, ikut mendaftar pada salah satu kelas belajar online tentang pemrograman android juga. Disana diajarkan bagaimana menjadi seorang android desainer dan developer.

Dalam kelas online tersebut trainer menggunakan MacOS sebagai sistem operasinya dan adobe xd sebagai aplikasi untuk mendesain, juga android studio sebagai IDE untuk develop android. Sedangkan yang saya gunakan ialah GNU/Linux elementary OS, Gravit designer (yang sudah habis masa trialnya) maklum, Adobe xd tidak tersedia di GNU/Linux. Dan terakhir adalah android studio dengan versi 3.3.2 yang saya miliki.

Pada saat mendesain, ternyata tidak ada pilihan untuk mendesain aplikasi android pada layar 5,2 inch seperti yang disarankan okeh trainer. Alhasil saya gunakan template untuk device layar 6 inch (Google Pixel 2 XL) pada Gravit designer tadi.

Project pertama yang saya buat ialah membuat game Tic tac toe, atau saya dulu mengenalnya dengan permainan dam, yaitu pemain terdiri dari dua orang lalu secata bergantian menyusun bidak agar mencapai garis lurus. Siapa yg lebih dulu menyusunnya secara garis lurus maka dialah pemenangnya. Oh ya, ini bukan project yang diajarkan pada kelas online.

Pada saat desain tidak ada kendala berarti, walaupun ada satu desain yang luput dari perkiraan.

Pada saat implementasi desain di android studio, saya merasa kesulitan menentukan layout yang pas agar desain XML di android studio sesuai dengan desain di Gravit.

Setelah beberapa saat mendesain dan membumbuinya dengan java programming, ada kendala lagi saat implementasi di device yaitu ada gambar yang terpotong, bisa dibilang “realita tidak sesuai ekspektasi”, haha. Padahal jika dijalankan pada emulator dengan ukuran yang sama dengan device, hasilnya normal. Saya jadiya bingung nih 😀

Area game yang terpotong yang berjalan pada device

Walau begitu intinya saya mengakui bahwa ternyata sulit menjadi android designer dan developer namun saya menyukai tantangan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.