Bingung untuk memulai, sedikit cerita


Setelah menyetujui keinginan untuk mengajar komunitas programmer di kampus untuk bidang PHP, saya merasakan kebingungan yang sangat. Bingung mau memulai dari mana. Pasalnya saya harus memulai saat mereka sudah memulainya terlebih dahulu, alias mereka sebelumnya sudah belajar itu (khusus untuk tingkat mahasiswa tingkat atas, se-angkatan dengan saya). Tapi kalau untuk mahasiswa tingkat bawah sih, hmm…, sama saja masih bingung nentuin materi-materinya. 🙂

Ada cerita lucu yang ingin saya ceritakan disini. Awal mulanya Hiprog dibuat, saya tertarik dengan dua atau salah satu dari bahasa pemrograman yang dihadirkan, yaitu Java dan PHP. Selain membolehkan para mahasiswa untuk memilih satu bahasa pemrograman wajib, dibolehkan pula untuk memilih satu bahasa pemrograman opsional. Waktu itu bahasa pemrograman yang dihadirkan ada 4, yaitu Ms. Visual Basic, Delphi, PHP dan Java.

Seperti yang saya sebutkan diawal, saya memilih Java dan PHP. Java sebagai bahasa wajib saya dan PHP sebagai bahasa opsional. Ternyata tidak semudah itu, bagi siapa saja yang tidak mengikuti bahasa opsional selama 3 kali pertemuan, akan dikenakan sanksi yaitu tidak dibolehkan lagi untuk mengambil bahasa itu di Hiprog (alias hanya mengambil satu bahasa pemrograman saja). Sanksi yang lebih parah lagi ialah siapa saja yang tidak bisa mengikuti pembelajaran bahasa pemrograman yang wajib selama 3 kali pertemuan, maka akan dikeluarkan dari Hiprog. Wow…, it’s amazing! 🙂

Waktu itu saya terbentur oleh jam perkuliahan, sehingga tidak bisa mengambil bahasa pemrograman opsional selama 3 kali pertemuan. Walhasil saya tidak boleh mengambil, yah walau sebenarnya belum sampai 3 kali pertemuan, tapi jadwal yang selalu bentrok yang membuat saya memilih untuk “mengundurkan” diri dari PHP.

Ternyata tidak hanya itu saja, pementor untuk Java juga sedang dikejar kesibukan pekerjaan. Walhasil, masuknya terserah si mentor. Sayangnya, lagi-lagi ini mengganggu jam kuliah saya. Yah, kalau saja tidak ada sanksi itu mungkin bisa sekali-kali tidak mengikuti perkuliahan demi Java. Tapi semua itu tidak bisa dirubah, saya akhirnya memutuskan untuk “berhenti” dari Hiprog dengan berbagai alasan yang saya utarakan lewat Grup HIPROG di jejaring sosial facebook.

Nah, bermaksud untuk mendalami PHP dan Java, kok sekarang diminta untuk menjadi pementor PHP. Aneh bukan??? 😀

Karena saya selalu merasa bahwa ilmu PHP saya masih chetek alias masih dangkal, tapi ya itulah kenyataannya, saya dipercaya untuk menjadi pementor PHP.

Jadi, apa yang saya alami sekarang ialah bagaimana saya harus memulai untuk menulis beberapa materi untuk “dibagikan” pada teman-teman Hiprog. Do’akan saya ya, semoga bisa menjadi pementor yang baik. Amien…

“Pemimpin yang baik ialah ia yang mau untuk dipimpin”…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.